Rinjani 100 2026: Kebangkitan Sang Naga Rinjani dan 5 Fakta Menariknya

Rinjani Indonesia

12 Mei 2026

Rinjani 100 2026: Kebangkitan Sang Naga Rinjani dan 5 Fakta Menariknya

Edisi ke-14 Rinjani 100 yang berlangsung pada 1-3 Mei 2026 baru saja usai, meninggalkan jejak perjuangan yang luar biasa bagi ribuan pelari. Gunung Rinjani kembali membuktikan mengapa ia dijuluki salah satu trek paling "kejam" sekaligus indah di dunia.

Berikut adalah fakta-fakta menarik yang membuat Rinjani 100 tahun ini begitu istimewa:

1. Rekor Peserta Terbanyak: Magnet 38 Negara

Tahun 2026 mencatatkan sejarah dengan total 2.275 peserta. Dari jumlah tersebut, 900 di antaranya adalah pelari internasional dari 38 negara berbeda. Sembalun dan Senaru benar-benar menjadi desa global selama akhir pekan lomba.

2. Lahirnya Kategori "Monster" 162KM

Untuk pertama kalinya, panitia memperkenalkan kategori 162KM dengan Cut-Off Time (COT) selama 55 jam. Rute ini dianggap sebagai salah satu rute 100 mil tersulit di dunia karena kombinasi elevasi ekstrem dan medan vulkanik yang tidak stabil. Pelari asal China, Zairan Li, berhasil mengukir sejarah sebagai juara pertama di kategori ini.

3. Dominasi Pelari Indonesia di Podium 100KM

Kebanggaan luar biasa datang dari kategori 100KM Wanita. Dian Upa Salurante, pelari asal Toraja, berhasil menjadi finisher wanita pertama di kategori ini. Kemenangannya membuktikan bahwa atlet lokal Indonesia kini mampu bersaing secara head-to-head dengan pelari elit dunia di medan teknis.

4. Kembalinya Rute Ikonik Senaru

Tahun 2026 menandai kembalinya rute Senaru ke Summit untuk kategori 100km dan 60km. Rute ini sangat dirindukan karena tanjakan hutan tropisnya yang lebat dan teknis, memberikan variasi medan dari hutan lembap hingga puncak yang gersang dan dingin.

5. Kehadiran Legenda Trail Dunia

Rinjani 100 2026 bukan sekadar lomba amatir. Nama-nama besar seperti Gediminas Grinius (Lithuania) dan Sange Sherpa (Nepal) turut hadir dan berlaga di kategori 162km. Kehadiran mereka menaikkan standar kompetisi dan perhatian media internasional terhadap sport tourism di Lombok.